Tema : "KENALI KANKER SERVIKS dan PENCEGAHANNYA"
Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Laboratorium CITO akan menyelenggarakan Seminar Kesehatan pada :
Hari / Tanggal : Minggu / 29 Januari 2012.
Jam : 09.30 - selesai
Tempat : Gedung Panti Mandala
Jl. Atmodirono No. 8 ( Samping Gereja Katolik Atmodirono )
Semarang.
Narasumber : dr. Purnomo Sp.OG
Moderator : dr Nyoman Suci W. M.Kes,SpPK.
Kontribusi Peserta : Rp. 15.000,-- - Anggota Perk. Santa Maria
Rp. 20.000,-- - Umum
Rp. 10.000,-- - Khusus Pelajar ( usia 15 th keatas )
Fasilitas : Makan siang, special discount Papsmear, konsultasi dokter gratis dan Souvenir
Tempat terbatas, segera daftarkan di sekretariat P. Santa Maria setiap hari kerja.
Undangan dapat di ambil sebelum tgl. 23 Januari 2012.
Peserta tidak khusus untuk kaum Wanita saja, diharapkan kaum Pria dapat mengikuti dengan harapan jika pasangan atau anak yang terkena penyakit ini kaum pria bisa ikut men support untuk kesembuhannya
Kamis, 12 Januari 2012
Jumat, 11 November 2011
MISA ARWAH 2011
REKAMAN MISA REQUIEM KONSELEBRASI 2011
DI PANTAI MARINA 6 NOVEMBER 2011.
Doa sebelum melepaskan burung :
Pada Misa Requiem Konselebrasi 2011, Perkumpulan Santa Maria tahun ini di persembahkan bersama : Romo Innocentius Sialim OFMCap. ( Dari Keuskupan Pontianak ) sebagai selebran utama dan didampingi Romo B. Haryasmara MSF beserta Romo R Wahana Wegig SJ.
Romo Inno ( nama panggilan dari Romo Innocentius Sialim OFMCap.) di dalam homilinya cukup banyak berinteraksi dengan umat hal ini tentu menjadi tidak membosankan, namun sementara umat merasa homili / tepatnya mungkin pengajaran terlalu lama, hal ini kita sadari mengingat suasana terasa makin gelap dan Misa baru berjalan separuh, wajar sebagian umat merasa tidak sabar mendengarkan homili Romo Inno. Tapi kami percaya apa yang disampaikan Romo Inno akan membawa banyak manfaat bagi umat yang belum pernah mendengarnya.
BOLA API
( bulatan dari kertas yang menyerupai bola api ) di buat untuk tempat ujub-ujub doa yang akan di bakar melalui atraksi barongsay pada akhir perayaan Misa.
Makna MUTIARA API (= BOLA API).
Pada tradisi orang-orang Tionghoa, kita menemukan ada banyak sekali simbol/ lambang yang nampak pada gambar, tulisan maupun benda-benda yang di-keramatkan. Salah satu kekayaan simbol yang nampak pada gambar dan legenda adalah “MUTIARA API”. Hal itu nampak pada lukisan, ada seekor naga yang mencengkeram / menangkap atau mengejar sebuah bola api. Bola api itulah yang disebut dalam legenda “Mutiara Api”. Bahkan dalam atraksi barongsai sering kali kita juga melihat sang singa bergerak mengejar dan menari-nari mengikuti bola api tersebut. Apa makna semuanya itu ?
Dalam cerita lisan, mutiara api itu sering kali dianggap atau disebut sebagai matahari atau bulan. Pendeknya sebuah benda bulat yang memancarkan sinar terang benderang. Dalam agama Taoisme mutiara tersebut mereka sebut sebagai benda kosmis universal yang mengadung Yin dan Yang.
Dalam legenda Cina kuno, mutiara api selalu dikelilingi sepasang naga (=Lung), yang menandakan bahwa naga (=Lung) adalah simbol tahta Shang Ti (Tuhan) yang dikelilingi malaikat penjaga. Sementara kilauan cahaya mutiara adalah yang terang benderang merupakan matahari dan bulan yang menguasai bumi sebagai pancaran Terang dari Kemuliaan Shang Ti (Tuhan).
Paham Kekristenan (Alkitabiah):
Sejak awal kisah penciptaan, kita membaca bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi, dan Tuhan menciptakan siang dan malam, terang dan gelap, ...... kemudian Tuhan memberi Roh kehidupan pada manusia. Dari sini kita mengerti bahwa dari Tuhan-lah kita berasal, dan kepada-Nya kita akan kembali. Maka, tidak seorangpun di antara kita yang dibiarkannya celaka atau musnah, semua mau diselamatkan Tuhan. Sehingga bangsa Israel yang berjalan dalam kegelapan dosa, ditebus dengan kelahiran Putera-Nya Yesus Kristus ke dunia. Supaya setiap orang yang percaya memperoleh keselamatan dan menikmati kemuliaan Tuhan. Maka kepada setiap orang beriman diberi penghiburan, sabda Yesus: “Akulah JALAN,KEBENARAN dan HIDUP”, “tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” kata Yesus ...... Jadi, kita seharusnya membantu orang-orang beriman yang telah meninggal dunia dengan doa-doa kita, agar mereka dihantar pada Yesus dalam Cahaya Kemuliaan-Nya.
Makna yang dipetik dari kebiasaan atraksi ujud dalam bola api :
Pada kertas yang tercetak huruf kanji seperti contoh diatas ( Lembaran Ujub ) yang di baca : Tien; Pinyin: Dian, artinya Kehormatan/rasa hormat/tempat terhormat.
Kita menuliskan nama saudara/i yang sudah meninggal pada kertas ujud tersebut, artinya kita memberi hormat pada mereka yang sudah mendahului kita, dengan ujud doa agar mereka diberi keselamatan kekal, tempat terhormat di mata Allah.
Ujud itu kita masukkan dalam bola api, sebagai simbol bahwa meskipun mereka yang masih dalam api penyucian, dengan doa-doa kita segera mendapat tempat di hadapan Allah, yakni di dalam Cahaya Kemuliaan Tuhan, tempat mereka di selamatkan. ( Romo Inno)
Ada sedikit yang berbeda , di-saat persembahan pada umumnya petugas pembawa persembahan selalu menggu-nakan pakaian seragam yang sama, namun kali ini petugas persembahan menggunakan busana yang berbeda – beda yang berkesan mewakili se-bagian masyarakat yang ada di kota Semarang, yaitu sepasang berpakaian adat Jawa, sepasang berpakaian adat Tionghoa dan sepasang lagi berpakaian nasional. Hal ini menyatakan bahwa kita yang berbeda mempunyai niat yang sama dalam mempersembahkan seluruh jiwa, raga dan segala jerih payah kita kepada Tuhan Sang Pencipta, pada acara tersebut.
Vocal Group “ St. Voices “ dari Perkumpulan Santa Maria ikut menyemarakan acara ini.
Setelah Misa selesai di lanjutkan dengan atraksi Barongsai untuk membakar ujub yang telah di satukan di dalam bola Api
Walaupun sampai akhir acara hujan belum benar-benar reda namun cuaca ini tidak menyurutkan antusias umat untuk mengikuti acara sampai benar-benar selesai dengan wajah yang masih ceria
DI PANTAI MARINA 6 NOVEMBER 2011.
Pada hari Minggu tanggal 6 November 2011 di pagi hari cuaca kota Semarang cerah dan berawan tipis, masih sebagian dari petugas perlengkapan mempersiapkan segala sesuatu yang belum selesai seperti penyusunan tempat duduk dan pengaturan sound system masih di kerjakan, menghias altar dan lain sebagainya harus segera di selesaikan.
Berhubung lokasi Misa yang akan dilaksanakan cukup menjorok ke dalam dan tidak ada angkutan umum ke lokasi tersebut maka panitia telah memikirkan untuk dapat membantu umat yang kesulitan transportasi dan yang ingin ikut dalam perayaan Ekaristi tersebut dapat mengikutinya maka panitia menyediakan armada bus gratis (Cuma-Cuma) yang stand by di sekitar gereja-gereja yang ada di kota Semarang, Ungaran dan Giri Sonta, seluruh bus yang panitia sediakan berjumlah 11 bus. Dan alhasil seluruh bus terisi penuh dan semua datang sebelum acara di mulai.
Sesuai rencana Misa akan dilaksanakan pada jam 14.00 ( 2 siang ), mendekati pk. 12 siang cuaca mulai berubah, langit dibagian selatan sudah menggantung awan hitam pekat, kami panitia sudah was-was kalau di lokasi pantai Marina juga akan jatuh air. Namun kami percaya bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik bagi kami. Kira-kira pk 13 akhirnya jatuh juga air dari langit namun tidak begitu lebat dan kami cukup bersyukur karena tidak dibarengi dengan angin, yang konon ceritanya di pantai ini pada umumnya angin akan bertiup kencang pada siang hari menjelang sore. Sehingga seluruh peserta yang sudah berada dibawah tenda tetap tenang menunggu saat misa di mulai.
Kami dengar bahwa di Semarang Timur dan Tengah telah di guyur hujan lebat sejak sebelum pk 12 siang, walaupun dalam kondisi hujan tak menyurutkan umat yang benar-benar ingin bergabung dengan kami untuk mendoakan arwah / jiwa dari keluarga dekatnya yang telah mendahuluinya menghadap Sang Pencipta terus berdatangan.
Sambil menunggu hujan reda dan juga menunggu persiapan yang lain, sempat timbul pertanyaan satu dengan panitia yang lain, bagimana ini? Dan jawab salah satu panitia, tenang saja nanti tepat Misa akan di mulai pasti hujan akan berhenti. Benar pada saat Misa akan di mulai hujan mulai reda walaupun tidak benar-benar berhenti, walaupun dengan tetesan air hujan yang ringan akhirnya Misa dapat segera di mulai dengan keterlambatan waktu 10 – 15 menit.
Perarakan Misdinar, Prodiakan dan para Romo di dahului oleh Barongsai dan Naga dari Sekolah SMP Mataram yang ikut menyemarakan acara tersebut.
Sebelum Misa di mulai ada acara melepaskan burung, panitia menyediakan 1.000 ( seribu ) ekor burung pipit yang siap dibebaskan.
Waktu demi waktu telah berlalu, saudara/i yang kita cintai telah pergi meninggalkan kita menuju surga yang indah dan besar untuk melihat Tuhan yang Maha Mulia Abadi, di taman yang serba asri bersatu di dalam Sang Kristus. Ya Bapa, anak-anak-Mu yang berhimpun di sini, bukan semata hanya melepaskan burung saja, melainkan dengan penuh harap, mohon rahmat-Mu kiranya berkenan pula pada saat ini melepaskan keterikatan dosa-dosa dari jiwa-jiwa yang kami doakan melalui Ekaristi sore hari ini, agar senantiasa memperoleh kebahagiaan abadi di surga. Demikian pula anak-anak-Mu yang hadir di sini yang masih berjuang di bumi ini juga dapat lepas dari segala cobaan hidup yang tak mampu kami tanggung sendiri dan mohon perlindungan-Mu selalu. Amin.
Pada Misa Requiem Konselebrasi 2011, Perkumpulan Santa Maria tahun ini di persembahkan bersama : Romo Innocentius Sialim OFMCap. ( Dari Keuskupan Pontianak ) sebagai selebran utama dan didampingi Romo B. Haryasmara MSF beserta Romo R Wahana Wegig SJ.
Dari awal Perkumpulan Santa Maria mengadakan Misa Requiem Konselebrasi tidak pernah membacakan satu persatu nama-nama jiwa yang akan didoakan melainkan hanya mencantumkan nama yang akan didoakan di selembar kertas yang telah disediakan oleh Panitia.
Tiap lembar kertas ujub ini hanya di tuliskan 1 (satu) nama almarhum/ah, dan nantinya kertas-kertas ujub ini disatukan dalam satu tempat yang di buat menyerupai bola api untuk di bakar bersama dan abu nya akan kita larung ke tengah laut, yang sebelumnya telah diberkati serta didoakan secara khusus oleh Romo Inno.
Adapun arti dari tulisan ini antara lain – Sikap hormat kita kepada mereka yang telah mendahului kita – Sehingga dalam lembaran tersebut telah di cantumkan terjemahan yang berbunyi (persembahan bakti dan hormat).
Romo Inno ( nama panggilan dari Romo Innocentius Sialim OFMCap.) di dalam homilinya cukup banyak berinteraksi dengan umat hal ini tentu menjadi tidak membosankan, namun sementara umat merasa homili / tepatnya mungkin pengajaran terlalu lama, hal ini kita sadari mengingat suasana terasa makin gelap dan Misa baru berjalan separuh, wajar sebagian umat merasa tidak sabar mendengarkan homili Romo Inno. Tapi kami percaya apa yang disampaikan Romo Inno akan membawa banyak manfaat bagi umat yang belum pernah mendengarnya.
BOLA API
( bulatan dari kertas yang menyerupai bola api ) di buat untuk tempat ujub-ujub doa yang akan di bakar melalui atraksi barongsay pada akhir perayaan Misa.
Makna MUTIARA API (= BOLA API).
Pada tradisi orang-orang Tionghoa, kita menemukan ada banyak sekali simbol/ lambang yang nampak pada gambar, tulisan maupun benda-benda yang di-keramatkan. Salah satu kekayaan simbol yang nampak pada gambar dan legenda adalah “MUTIARA API”. Hal itu nampak pada lukisan, ada seekor naga yang mencengkeram / menangkap atau mengejar sebuah bola api. Bola api itulah yang disebut dalam legenda “Mutiara Api”. Bahkan dalam atraksi barongsai sering kali kita juga melihat sang singa bergerak mengejar dan menari-nari mengikuti bola api tersebut. Apa makna semuanya itu ?
Dalam cerita lisan, mutiara api itu sering kali dianggap atau disebut sebagai matahari atau bulan. Pendeknya sebuah benda bulat yang memancarkan sinar terang benderang. Dalam agama Taoisme mutiara tersebut mereka sebut sebagai benda kosmis universal yang mengadung Yin dan Yang.
Dalam legenda Cina kuno, mutiara api selalu dikelilingi sepasang naga (=Lung), yang menandakan bahwa naga (=Lung) adalah simbol tahta Shang Ti (Tuhan) yang dikelilingi malaikat penjaga. Sementara kilauan cahaya mutiara adalah yang terang benderang merupakan matahari dan bulan yang menguasai bumi sebagai pancaran Terang dari Kemuliaan Shang Ti (Tuhan).
Paham Kekristenan (Alkitabiah):
Sejak awal kisah penciptaan, kita membaca bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi, dan Tuhan menciptakan siang dan malam, terang dan gelap, ...... kemudian Tuhan memberi Roh kehidupan pada manusia. Dari sini kita mengerti bahwa dari Tuhan-lah kita berasal, dan kepada-Nya kita akan kembali. Maka, tidak seorangpun di antara kita yang dibiarkannya celaka atau musnah, semua mau diselamatkan Tuhan. Sehingga bangsa Israel yang berjalan dalam kegelapan dosa, ditebus dengan kelahiran Putera-Nya Yesus Kristus ke dunia. Supaya setiap orang yang percaya memperoleh keselamatan dan menikmati kemuliaan Tuhan. Maka kepada setiap orang beriman diberi penghiburan, sabda Yesus: “Akulah JALAN,KEBENARAN dan HIDUP”, “tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” kata Yesus ...... Jadi, kita seharusnya membantu orang-orang beriman yang telah meninggal dunia dengan doa-doa kita, agar mereka dihantar pada Yesus dalam Cahaya Kemuliaan-Nya.
Makna yang dipetik dari kebiasaan atraksi ujud dalam bola api :
Pada kertas yang tercetak huruf kanji seperti contoh diatas ( Lembaran Ujub ) yang di baca : Tien; Pinyin: Dian, artinya Kehormatan/rasa hormat/tempat terhormat.
Kita menuliskan nama saudara/i yang sudah meninggal pada kertas ujud tersebut, artinya kita memberi hormat pada mereka yang sudah mendahului kita, dengan ujud doa agar mereka diberi keselamatan kekal, tempat terhormat di mata Allah.
Ujud itu kita masukkan dalam bola api, sebagai simbol bahwa meskipun mereka yang masih dalam api penyucian, dengan doa-doa kita segera mendapat tempat di hadapan Allah, yakni di dalam Cahaya Kemuliaan Tuhan, tempat mereka di selamatkan. ( Romo Inno)
Ada sedikit yang berbeda , di-saat persembahan pada umumnya petugas pembawa persembahan selalu menggu-nakan pakaian seragam yang sama, namun kali ini petugas persembahan menggunakan busana yang berbeda – beda yang berkesan mewakili se-bagian masyarakat yang ada di kota Semarang, yaitu sepasang berpakaian adat Jawa, sepasang berpakaian adat Tionghoa dan sepasang lagi berpakaian nasional. Hal ini menyatakan bahwa kita yang berbeda mempunyai niat yang sama dalam mempersembahkan seluruh jiwa, raga dan segala jerih payah kita kepada Tuhan Sang Pencipta, pada acara tersebut.
Vocal Group “ St. Voices “ dari Perkumpulan Santa Maria ikut menyemarakan acara ini.
Setelah Misa selesai di lanjutkan dengan atraksi Barongsai untuk membakar ujub yang telah di satukan di dalam bola Api
![]() |
| Mengawali untuk pembakaraan ujub |
![]() |
| Barongsay makan bola api |
![]() |
| Bola Api yang telah di bakar |
![]() |
| Bunga tabur yang dikumpulkan dari Umat serta abu ujub dibawa ke tengah laut |
![]() |
| Usai Misa, umat menikmati atraksi barongsay |
Walaupun sampai akhir acara hujan belum benar-benar reda namun cuaca ini tidak menyurutkan antusias umat untuk mengikuti acara sampai benar-benar selesai dengan wajah yang masih ceria
![]() |
| Adik-2 dari SMP Mataram dengan suka cita memeragakan kesenian barongsay serta naga. |
Acara berakhir dengan jarum jam menunjukan angka 17.30 wib.
Terima kasih atas kehadiran seluruh umat di Pantai Marina. Ide dan saran serta kritik yang membangun sangat kami nantikan untuk perbaikan pelyanan di masa yang akan datang. Sampai jumpa di lain acara. Tuhan memberkati
Senin, 10 Oktober 2011
MISA REQUIEM KONSELEBRASI 2011
Sesuai kegiatan tahunan perkumpulan Santa Maria. Pada tahun ini Perkumpulan Santa Maria akan melaksanakan Misa Requiem Konselebrasi 2011 pada :
Hari / Tanggal : Minggu, 6 November 2011
Pk. : 14.00 ( Dua sore )
Tempat : Pantai Marina, Jl. Villa Marina Semarang
Selebran Utama : Rm. Innocentius Sialim OFMCap. ( dari Pontianak )
Konselebran Rm. B. Haryasmara MSF dan
Rm. R. Wahana Wegig SJ.
Bagi yang berminat ikut serta untuk mendoakan arwah/jiwa keluarga dekat dan kesulitan transportasi, panitia menyediakan bus (p/p) dan dapat hubungi Sekr. Perk Santa Maria atau di paroki terdekat.
Harap datang lebih awal untuk persiapan ujub.
Demeriahkan kesenian Barongsay untuk membakar ujub-ujub doa.
Hari / Tanggal : Minggu, 6 November 2011
Pk. : 14.00 ( Dua sore )
Tempat : Pantai Marina, Jl. Villa Marina Semarang
Selebran Utama : Rm. Innocentius Sialim OFMCap. ( dari Pontianak )
Konselebran Rm. B. Haryasmara MSF dan
Rm. R. Wahana Wegig SJ.
Bagi yang berminat ikut serta untuk mendoakan arwah/jiwa keluarga dekat dan kesulitan transportasi, panitia menyediakan bus (p/p) dan dapat hubungi Sekr. Perk Santa Maria atau di paroki terdekat.
Harap datang lebih awal untuk persiapan ujub.
Demeriahkan kesenian Barongsay untuk membakar ujub-ujub doa.
Jumat, 07 Oktober 2011
RUANG KESEHATAN
Para pembaca serta pemerhati yang budiman,
Untuk berbagi kepada semua pembaca serta pemerhati blog ini , kami memberi kesempatan bagi yang ingin menyampaikan berbagai pertanyaan tentang kesehatan pada umumnya dan soal gizi pada khususnya.
Dr. Ignatius Hapsoro MSi. Sp GK akan memenuhi harapan bapak / ibu. Semoga dari jawaban serta permaslahan dari bapak/ibu juga dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tuhan memberkati
Untuk berbagi kepada semua pembaca serta pemerhati blog ini , kami memberi kesempatan bagi yang ingin menyampaikan berbagai pertanyaan tentang kesehatan pada umumnya dan soal gizi pada khususnya.
Dr. Ignatius Hapsoro MSi. Sp GK akan memenuhi harapan bapak / ibu. Semoga dari jawaban serta permaslahan dari bapak/ibu juga dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tuhan memberkati
RUANG KELUARGA
Para pembaca & pemerhati yang budiman,
Melalui media ini kami akan berupaya untuk dapat meringankan beban sesama dalam problematika keluarga atau rumah tangga. Jika bapak / ibu mempunyai permasalahan tentang keluarga dan kirimkan permasalahan atau pertanyaan-pertanyaan yang ada hubungannya dengan keluarga.
Pertanyaan serta problema yang muncul akan di jawab oleh Romo Yohannes Aristanto MSF.
Kami nantikan dan semoga dapat berguna bagi banyak orang. Tuhan memberkati
Melalui media ini kami akan berupaya untuk dapat meringankan beban sesama dalam problematika keluarga atau rumah tangga. Jika bapak / ibu mempunyai permasalahan tentang keluarga dan kirimkan permasalahan atau pertanyaan-pertanyaan yang ada hubungannya dengan keluarga.
Pertanyaan serta problema yang muncul akan di jawab oleh Romo Yohannes Aristanto MSF.
Kami nantikan dan semoga dapat berguna bagi banyak orang. Tuhan memberkati
Selasa, 25 Januari 2011
PERINGATAN HARI ORANG SAKIT SEDUNIA
Berkenaan dengan Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia yang jatuh pada hari Jum'at tanggal 11 Februari 2011. Perkumpulan Santa Maria akan mengadakan kegiatan berupa Misa Kudus yang akan di laksanakan pada :
Hari / Tanggal : Jum'at , 11 Februari 2011
Jam : 17. 30 wib
Tempat : Gereja Santo Paulus - Sendangguwo
Jl. Dr. Muwardi No. 7 Semarang
Di Pimpin oleh : 1. Romo Bernadus Haryasmara MSF dan
2. Romo Ignatius Wignyosumarta MSF
Dalam Kesempatan ini akan di berikan Sakramen Minyak Suci
Kesaksian : Bp. FX Hardiman
Jangan sia-siakan kesempatan baik ini, ajak saudara, teman, kenalan baik yang sakit maupun yang sehat untuk mengikuti Misa tersebut, bagi yang sakit kita akan doakan untuk mendapat kesembuhan pada kesempatan tersebut.
Datang laebih awal untuk pencatatan data bagi yang ingin menerima Sakramen Minyak Suci.
Informasi ini dapat disampaikan pada yang membutuhkan. Sakramen Minyak Suci diberikan khusus yang telah dipermandikan secara Katolik. Terima kasih dan Tuhan memberkati Amin
Hari / Tanggal : Jum'at , 11 Februari 2011
Jam : 17. 30 wib
Tempat : Gereja Santo Paulus - Sendangguwo
Jl. Dr. Muwardi No. 7 Semarang
Di Pimpin oleh : 1. Romo Bernadus Haryasmara MSF dan
2. Romo Ignatius Wignyosumarta MSF
Dalam Kesempatan ini akan di berikan Sakramen Minyak Suci
Kesaksian : Bp. FX Hardiman
Jangan sia-siakan kesempatan baik ini, ajak saudara, teman, kenalan baik yang sakit maupun yang sehat untuk mengikuti Misa tersebut, bagi yang sakit kita akan doakan untuk mendapat kesembuhan pada kesempatan tersebut.
Datang laebih awal untuk pencatatan data bagi yang ingin menerima Sakramen Minyak Suci.
Informasi ini dapat disampaikan pada yang membutuhkan. Sakramen Minyak Suci diberikan khusus yang telah dipermandikan secara Katolik. Terima kasih dan Tuhan memberkati Amin
Kamis, 11 November 2010
MISA REQUIEM KONSELEBRASI 2010
Firman Tuhan dinyatakan di Pantai Marina pada tanggal 7 November 2010.
Minggu 7 November 2010 sejak pagi hari langit di atas Semarang bagian Timur ditutupi oleh awan putih merata, kami dalam hati mulai was-was bagaimana kalau makin siang makin gelap. Walaupun hati bimbang, namun kami tetap tenang mempersiapkan diri untuk berangkat ke tempat lokasi di mana akan diadakan Misa Arwah. Walaupun dianjurkan panitia paling lambat pk 12.00 sudah sampai di lokasi. Namun kami tidak bisa sama dengan yang lain rencana kami akan berangkat pk. 09.00. Kami bersama salah satu panitia sampai di tempat ( pantai Marina) pk.10.00 ternyata di Pantai Marina pagi tadi sekitar pk.07.00 hujan turun deras sekali dan rupanya di Semarang bagian Tengah juga telah di guyur hujan lebat. Kami tiba di sana yang kami jumpai semua masih belum beres meja altar belum di susun bahkan mejanya juga belum ada kami sempat bingung, dekorasi yang kemarin telah di tata rapi ikut kacau karena ada salah satu bagian yang rusak karena tendanya bocor sehingga perlu harus di ganti dan orang dekorpun belum datang dan perlu kami informasikan ke orang dekor bahwa dekor perlu di perbaiki. Tenda-tenda banyak yang perlu di benahi karena hujan pagi tadi, walaupun hujan deras telah turun namun awan tetap menggantung di atas kami. Tak berapa lama berada dilokasi tetes demi tetes air dari atas mulai turun, salah seorang panitia yang berada dekat kami mengucap hujan, hujan. Kami yang mendengar langsung menegor jangan ucapkan kata-kata itu maksud kami janganlah mengeluarkan kata 'hujan' di kala kondisi seperti itu, memang kami tidak pernah mengharapkan akan terjadi hujan pada waktu itu.
Memang ini sudah menjadi kebiasaan bagi kami kalau kami menyelenggarakan kegiatan selalu kami mengajak seluruh panitia melakukan ' ketemu doa' , yaitu minimal sebulan sebelum hari H, panitia selalu doa bersama pada jam dan ujub yang sama yang dapat dilakukan dari tempat tinggalnya masing-masing dengan mohon kelancaran serta kemudahan pada hari H-nya. Tapi mengingat di akhir-akhir bulan Oktober serta awal November cuaca kota Semarang kurang baik dan bahkan sering jatuh hujan, maka pada kamis malam kami berinisiatip untuk menghubungi seluruh Panitia untuk mengajak pada hari Jum'at tanggal 5 November serentak untuk melalukan mati raga berupa puasa 1 hari dan ajakan ini direspond oleh beberapa panitia, dengan permohonan tetap untuk kelancaran dan cuaca pada hari minggu tanggal 7 November tidak turun hujan . Sehari sebelum hari H, panitia beserta pelaku kegiatan berkumpul di Pantai Marina untuk melakukan gladi bersih dan selesai pada sore hari, langit sudah mulai mendung maka hal ini mengingatkan kita untuk bersiap jika pada hari H turun hujan, maka ada yang menganjurkan agar kami Panitia untuk menyediakan payung ada yang minta payung yang besar jangan yang kecil-kecil.
Akhirnya pada waktu berangkat pagi itupun kami tidak membawa payung dan kemarinpun kami tidak memikirkan untuk menyediakan payung, karena kami percaya bahwa tidak ada hujan pada hari H, oleh sebab itu kami menjadi cemas karena yang kami hadapi pada minggu pagi awan menggelantung di bawah langit. Namun sampai acara di mulai tetes air hujan tak pernah turun lagi, bahkan matahari telah memancarkan sinarnya. Suasana ini bertahan hingga acara selesai dengan baik dan peserta juga telah meninggalkan tempat tanpa hujan. Atas kejadian ini kami teringat akan firman Tuhan yang berbunyi: "Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Mark. 11:24). Terima kasih Tuhan, karena Engkau telah campur tangan dalam pekara ini.
Acara Misa dimulai tepat pk. 14.00 yang dipimpin oleh Romo Julius Sukardi Pr.,didampingi oleh Romo Bernadus Haryasmara MSF. serta Romo Synesius Suyitna SJ. dengan dihadiri oleh umat +/- 1.500 orang.
Secara khusus kami mengenang tokoh-tokoh pendiri Perkumpulan Santa Maria yang telah meninggal, yang ikut kami tampilkan foto-foto mereka antara lain : ALm.Rm Simon Beekman SJ., Alm. Romo FX. Khoe Swie Ging SJ., Alm. Romo FX Haryono Pr., Alm. Romo Darmasuwarna MSF. dll.
Di tengah acara kami mendapat informasi dari pengemudi boat yang akan menarik atlet-atlet ski air bahwa gelombang agak besar kemungkinan tak mungkin melakukan demo ski agar hal ini diumumkan lewat mimbar dengan harapan agar umat tidak kecewa kalau gagal acara ski airnya, namun kami tidak memberitahukan hal ini kepada MC, hanya kami mengajak salah satu panitia untuk berdoa agar cuaca tetap baik dan angin juga tidak kuat sehingga air laut bisa tenang (kami juga berdoa kepada Santa Scolastika ) dan akhirnya acara demo ski air berjalan dengan baik.
Sebelum Misa di akhiri dengan berkat meriah , romo berkenan memberkati bunga tabur yang akan ditaburkan ( dilarung) ditengah laut dan juga memberkati lilin - lilin kecil yang akan dipergunakan untuk sarana berdoa dalam mendoakan para jiwa kerabat yang telah meninggal yang masih berada di api penyucian agar segera terselamatkan dan berkenan memasuki kerajaan surga. Setelah Upacara selesai di lanjutkan dengan pembakaran kertas-kertas ujub yang abunya akan dilarung bersama dengan bunga tabur oleh para penari-penari ketengah laut.
sebelum penari memulai menaiki banana boats dari sebelah kiri anjungan kita melihat para atlet ski air menunjukan kebolehannya , mereka berputar-putar di tengah laut memeragakan di depan umat yang semuanya sudah berada di tepi laut , suasana sungguh ramai tapi tertib. Penari yang sudah berada di atas banana boat akhirnya sudah sampai di tengah laut untuk menjalankan tugasnya melarung semua apa yang dibawa sertanya dan terus kembali bergabung bersama kami lagi di daratan Pantai Marina.
Dan berakhirlah seluruh rangkai dalam Misa peringatan Arwah orang beriman tahun 2010. Terimakasih Semoga dengan catatan ini bagi Anda yang belum sempat hadir pada kegiatan tersebut dapat sedikit terhibur walaupun tidak mengikuti secara langsung. Dan terima kasih atas segala perhatiannya. GBU
Tambahan gambar :
Langganan:
Postingan (Atom)



















