Jumat, 22 Juni 2012

Mari Masak Kue yuk !

PELATIHAN KULINER



Perkumpulan Santa Maria bekerja sama dengan Rose Brand secara marathon mengadakan pelatihan pembuatan kue-kue jajan pasar di beberapa paroki di kota Semarang.

Pada hari Minggu tanggal 17 Juni 2012 dilaksanakan Pelatihan Kuliner di Paroki Santo Athanasius Agung Karang Panas. Pelatihan di mulai pk. 10.15 wib.

Tujuan di adakan pelatihan :
1. Untuk mengakrabkan para anggota Perkumpulan Santa Maria
2. Memberi pelajaran terutama untuk ibu-ibu dan remaja putri dalam membuat kue
Bp. M Untung Susilo Koodinator PSM Par Karang Panas

Kegiatan ini tentu sudah mendapat restu dari Romo Kepala Paroki St. Athansius Agung.
Seperti kegiatan-kegiatan yang lain yang pernah di laksanakan oleh Perkumpulan Santa Maria selalu di-awali dengan doa agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dari awal sampai akhir.
Kegiatan Pelatihan memasak yang baru pertama diadakan oleh Perkumpulan Santa Maria di Paroki St. Athanasius Agung ini di hadiri sebanyak 102 peserta.

Adapun yang didemokan adalah :
• Kue Moaci
• Kue Mangkok dan
• Nugget dari Bihun

Setelah mengikuti acara masak memasak ini ada beberapa ibu yang kami tanyakan bagaimana kesan dan pesan, hal ini penting bagi kami untuk acara kedepan dan dari pertanyaan tersebut kami dapatkan jawaban antara lain:
Suasana saat pendaftaran ulang
Peserta dengan sabar memperhatikan tahap demi tahap

 Memuaskan
 Kalau bisa jangan sekali ini saja, bisa di ulang 3 bulan sekali dengan menu yang berbeda
 Apakah bisa kalau yang disajikan bukan kue melainkan masakan ( lauk-pauk )

Rata-rata dari yang hadir merasa puas dan ada beberapa ibu-ibu yang kurang beruntung karena tidak mendapat jatah untuk mencicipi kue hasil dari masakan yang di buat saat itu. Ya mungkin peserta terlalu banyak sehingga kue yang diedarkan belum sampai ke daerah ibu-bu itu sudah habis ditengah jalan.


Dalam kesempatan ini kami sampaikan resep yang di peragakan

1. Kue Moaci Semarang

Bahan Untuk Kulit
125 gr Tepung Ketan Rose Brand
1 sdm Tepung Beras Rose Brand
50 gr Gula Pasir
140 cc Santan cair dari ½ butir kelapa
1 sdm Air Abu / Air kapur sirih
½ sdt Vanili
¼ sdt Garam
1 sdt Esensce Pisang Ambon
Secukupnya Wijen sangrai ( untuk taburan )

Bahan untuk kulit
100 gr Kacang tanah, sangrai, haluskan
50 gr Gula Merah
75 gr Gula halus
2 sdm Susu bubuk
Secukupnya Air ( untuk mengoleni )

Cara Membuat:

Untuk ISI
    Campur semua bahan menjadi satu, kecuali air, aduk sampai rata, kemudian masukkan sedikit air lalu   uleni & bulatkan sebesar kelereng.
 Untuk kulit
    Masukkan tepung ketan dan teupung beras, gula pasir, vanili, garam kedalam toples anti panas, lalu tuang santan sedikit demi sedikit sampai habis sambil di aduk rata.
Panaskan kukusan, masukkan adonan untuk kulit dan kukus +/- 35 menit
Setelah matang keluarkan dari kukusan dan di aduk pelan-pelan sampai adonan menjadi bening, diamkan adonan sampai hangat kuku, ambil adonan +/- 1 sdm, piphkan masukan isi, kemudian bulatkan kembali lalu gulingkan ke dalam wijen sangria.

Catatan : Tutup kukusan harus di bungkus dengan serbet & selama pengukusan tutup kukusan jangan di buka-buka

2. Kue Mangkok

Kue Mangkok, yang dihasilkan dari demo

BAHAN A
- 200 gr Tape Singkong
- 500 gr Tepung Beras Rose Brand
- 400 cc sprite

BAHAN B                                      BAHAN C
- 2 sdt Double Acting                       - 1 sdt Eno
- 400 cc Air dingin                           - 150 gr Terigu
- 425 gr Gula Pasir                           - ½ sdt Vanili

Cara Membuatnya :

1. Tepung beras, tape singkong, terigu dan air dingin diuleni sampai rata, lalu masukkan gula sedikit demi sedikit, kemudian masukkan sprite, aduk sampai rata. Diamkan selama 5 jam.
2. Setelah itu saring dengan saringan kawat lalu beri eno dan double acting. Kukus selama 15 – 20 menit ( sampai matang ).

Catatan : pemberian eno dan double acting lakukan hanya untuk adonan yang akan kukus.
                Jika mau mengkukus yang berikutnya baru campurkan lagi eno dan double acting.

3. Nugget Bihun
Nugget Bihun

Bahan :
- 300 cc Santan Kental
- 80 gr Bihun Rose Brand ( seduh dan sisihkan )
- 2 sdm Tepung Tapioka Rose Brand, dicairkan dengan 50 cc air
- 200 gr Daging Ayam giling / cincang
- 1 btr Telur Ayam
- 100 gr Tepung Panir

Bahan Halus:
- 1 siung Bawang Putih
- ¼ Sdt pala
- ½ Sdt Lada
- Garam, gula, penyedap rasa secukupnya.
Bahan Pelapis:
- Tepung Panir halus dan telur.

Cara Membuatnya :
1. Masak santan sampai mendidih, masukkan bumbu
2. Masukkan Bihun dan masak sampai air meresap, matikan api, masukkan daging ayam dan tepung tapioca, aduk sampai rata, tambahkan telur dan tepung panir.
3. Masukkan dalam Loyang dan kukus selama 15 menit
4. Setelah dingin, keluarkan dari Loyang , potong kecil-kecil lalu celupkan ke telur yang telah dikocok kemudian gulirkan dalam tepung panir.
5. Lalu goreng sampai kekuning-kuningan.


Sebelum kegiatan di Paroki Santo Athanasius Agung Karang Panas, kegiatan yang sama telah di laksanakan di Paroki MaterDei Lampersari, yang kegiatannya di gelar pada hari Rabu, tanggal 23 Mei 2012. Dengan jumlah peserta sekitar 65 orang, namun pesertanya tidak hanya dari Paroki Lampersari saja namun di hadiri oleh peserta dari Paroki Kebon Dalem, Paroki Bongsari, dan juga dari Paroki Karang Panas. Kegiatan ini di awali pk. 09.00 dan selesai lebih dari pk 12.00. Rata-rata peserta juga merasa puas dan senang. Peserta yang dari Paroki Bongsari yang berdomisili di daerah Anjasmoro menghendaki agar kegiatan ini juga bisa di laksanakan di Paroki Bongsari stasi Santo Mikael.
Kegiatan di Paroki Mater Dei

Panitia in action



















Masakan yang di demokan : 1. Kue Mangkok, 2. Nugget Bihun dan 3. Bika Ambon.










BIKA AMBON

Bahan A ( Biang )
- 50 ml air kelapa
- 8 gr ragi instan
- 60 gr tepung terigu

Bahan B :
- 200 ml Santan Kental
-   50 ml Air Kelapa
-     3 lb daun pandan
-     2 lb Serai (memarkan)
-    1/2 sdt garam
-    1/2 sdt vanili dan pewarna kuning (kunyit)

Bahan C:
- 6 btr Kuning Telur
- 4 btr putih telur
- 250 gr Gula Pasir
- 135 gr Tepung Tapioka

Cara membuat :
1. Biang: Campur semua bahan A dan tutup menggunakan serbet, biarkan selama 1 jam.
2. Santan kental, air kelapa, daun pandan, serai dan garam direbus sampai mendidih, kemudian dinginkan.
3. Telur dan gula pasir dikocok sampai larut, masukkan tepung tapioca, Bahan B, Bahan A, vanili dan pewarna kuning, diamkan selama 3 jam.
4. Siapkan Loyang dan olesi minyak.
5. Masukkan adonan ke dalam Loyang.
6. Panaskan oven kemudian masukkan Loyang, diovwen dalam keadaan oven terbuka, setelah berserat baru oven ditutup.
7. Oven selama 1 jam.

Sebentar lagi matang si Bika Ambon ini

Selamat Mencoba dan menikmati hasilnya, kalau sudah berhasil beritahu kami. Terima kasih


Kamis, 29 Maret 2012

SEMINAR KESEHATAN

Perkumpulan Santa Maria Peduli Kesehatan.

Bekerjasama dengan Cito Laboratorium Klinik, Perkumpulan Santa Maria pada Hari Minggu tanggal 29 Januari 2012, mengadakan kegiatan “ Seminar Kesehatan “ dengan judul  “ KENALI KANKER SERVIKS DAN PENCEGAHANNYA ” Di Gedung Panti Mandala jl. Atmodirono Semarang.
Dihadiri oleh +/- 250 peserta yang kebanyakan wanita walaupun ada juga peserta pria. Memang seharusnya kaum priapun wajib mengetahui seluk beluk penyakit yang satu ini.
Nara sumber dalam seminar ini adalah dr Purnomo Hartanto Sp. OG dan di moderatori dr. Nyoman Suci W., M.Kes,SpPK.
Seminar di buka pada pk. 10.10 dengan diawali dengan ucapan Selamat Datang oleh MC Bapak Ichwan

Bapak ICHWAN (MC)

Sebelum acara di mulai Romo Franc Asisi Suryosunaryo MSF selaku tuan rumah berkenan menyampaikan selamat datang di dalam gedung ini dan berharap agar seluruh peserta merasa nyaman dan betah dalam mengikuti seminar ini dan tak lupa pantas bersyukur atas karunia ini maka acara ini di awali dengan doa yang dipimpin oleh Romo Suryo MSF

Selanjutnya  beberapa sambutan antara lain Ketua Perkumpulan Santa Maria Bp. AG Freddy Susanto dan di teruskan Oleh Ibu Sinta Saraswati selaku Kepala Cabang CITO Lab.    


Dr. Purnomo Hartanto Sp.OG memaparkan tentang seluk beluk Kanker Serviks antara lain :
KS ( Kanker Serviks ) pada umumnya dapat diketahui secara dini, penyebab munculnya KS antara lain Human Papiloma Virus (HPV).
Hanya  10 – 20 % yang tak diketahui penyebabnya.
Setiap menit ada 1 ( satu ) kasus dan setiap 2 menit ada yang meninggal. Di Indonesia ada 41 kasus per harinya dan 20 kasus diantaranya meninggal dunia.
Di Indonesia penderita KS lebih besar di banding dengan negara tetangga Singapore, hal ini di sebabkan masyarakat Singapore lebih sadar mengenai persoalan KS ini.

Dr. Purnomo Hartanto Sp.OG
Faktor – Faktor resiko KS
1.        Hubungan sex yang terlalu dini.
2.        Berganti-ganti pasangan
3.       Tidak merawat kebersihan.
4.       Berhubungan sex dengan penderita KS
5.       Berhubungan sex dengan wanita penghibur.

Gejala :
Ø  Tidak menimbulkan sakit
Ø  Ada pendarahan pasca sanggama
Ø  Munculnya keputihan
Ø  Gejala-gejala yang lain dari kanker yang berlanjut :
ü  Kencing berdarah
ü  BAB berdarah
ü  Berat Badan menurun


Peserta dengan tekun mengikuti

Perhatian :
·         Tak semua pendarahan ada Kanker, kemungkinan ada polip.
·         Juga tak semua keputihan adalah kanker
·         Kanker Serviks tidak menular kecuali faktor resiko di atas.
·         Kanker Serviks bukan penyakit keturunan. Yang ditularkan adalah radang-nya bukan kankernya.


Pencegahannya antara lain :
v  Deteksi secara dini    a  Papsmeer
v  Mengikuti edukasi
v  Penggunaan kondom
v  Vaksinasi
               Vaksinasi tak melindungi 100 %.

Demikian acara di lanjutkan dengan tanya jawab seputar KS dan dalam jedah ( makan siang ) diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan beberapa dokter yang telah disediakan oleh panitia dan akhirnya peserta meniggalkan tempat acara sekitar pk 14.00 setelah semuanya merasa puas.
Terima kasih kepada
1.       Ibu Sinta selaku Kepala Cabang Cito Lab.
2.       dr. Purnomo Hartanto Sp. OG yang telah berkenan menularkan ilmunya kepada kami semua
3.      dr. Suci W. MKes,Sp.PK yang telah bersedia menemani kami dalam mendampingi dr Purnomo di section tanya jawab.
4.       dr. Ignatius Hapsoro MSi.Sp.GK
5.       Seluruh peserta dan segenap panitia.


dr. Ign Hapsoro MSi.SpGK bersama dr. Suci MKes,SpPK.

Demikian seluruh rangkaian acara dari awal sampai akhir dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana, sampai bertemu dilain acara Tuhan memberkati kita semua.

Senin, 30 Januari 2012

ADAKAH "JIONG" DALAM IMAN KATOLIK ???


Tanya :
Romo , sebentar lagi Tahun baru imlek akan tiba,  dimana tahun depan Imlek jatuh pada Shio Naga Air. Yang pada umumnya Naga suka air sehingga pendapat orang mengatakan akan terjadi banjir, namun memang benar banjir sudah di alami di sebagian belahan bumi di Indonesia ini.
Menurut kalender imlek orang-orang yang mempunyai shio yang sama dan ada beberapa shio yang akan tidak cocok ( Jiong ) di tahun Naga ini. Apakah hal ini benar adanya ?
Sebagian orang Tionghoa (ada juga yang katolik) datang ke klenteng minta siswak ( penawar pengaruh tidak baik). Apakah benar ada manfaatnya ? Bagaimana gereja menyikapi ? Apakah bisa siswak di angkat dalam liturgi gereja ? Kalau bisa adakah tata cara khusus ?
Misalnya Misa khusus mendoakan orang2 yang merasa jiong di tahun di tahun Naga ini. Bagaimana pendapat romo ? mohon penjelasan dan terima kasih atas perhatiannya

Romo Inno menjawab:
shallom...
Romo  berusaha menjelaskan secara sederhana atas semua pertanyaan bapak, semoga bisa dimengerti dg baik. Tuhan memberkati!
Terlebih dahulu romo menjawab pertanyaan soal sikap gereja katolik: Gereja Katolik dengan tegas menyatakan bahwa tidak sepatutnya orang katolik yang telah dibaptis dan menerima Roh Kudus, masih menaruh harapan dan kepercayaan pada kekuatan magis lain. Orang Katolik tidak dibenarkan untuk memakai dan menaruh kepercayaan pada benda atau hal yang bersifat magis dalam hidupnya, seperti meminta perlindungan melalui media dukun, laoya atau orang pintar! Karena hal ini menyebabkan sinkretisme (paham dua kepercayaan sekaligus) dan menjadikannya berdosa, dosa demikian justru akan mengikat dia (dan akan sangat menyesakkan/menderita) pada saat ajal, bila belum meminta pengampunan dosa.
Uraian tentang tahun naga air dan beberapa efek lain dalam kehidupan manusia:
Romo mengutip beberapa kalimat uraian dari legenda yang menerangkan tentang paham "naga air"; Naga air berkuasa selama tahun yang ditunjuk (misalnya tahun ini, mulai 23 Januari 2012 - 9 Feb 2013) akan menunjukkan jati diri sesungguhnya. sebenarnya naga air ini bukan sosok binatang simbolis yang tampil menakutkan dan mengancam kehidupan manusia, justru sebaliknya ia tampil sebagai pemimin yang cakap dalam lingkungan hidup manusia, seperti dlm rumah tangga, lingkungan masyarakat, desa, kota bahkan negara. Binatang simbolis ini menunjukkan dirinya pintar bicara, berstrategi (bagi kaum bisnis) menggapai apa yang diinginkannya, pekerja keras tanpa mengenal lelah, pemimpin yang jujur dan murah hati serta mementingkan kelompok dari pada pribadi. Memang: dikisahkan juga bahwa seluruh binatang shio yang lain sangat takut dan tunduk pada naga ini. Namun bila shio lain bisa dan dapat membaca bagaimana sosok naga ini seperti diuraikan di atas ditambahkan lagi dengan sifat kepribadian naga ini yang menarik, jujur dan obyektif, dan mau menjadi sama atau sejalan dengannya maka hidup binatang lain akan damai dan sejahtera tanpa kesulitan ataupun bencana.
Secara umum naga air menjanjikan kegembiraan sekaligus penuh kejutan. Ada ditakuti bahwa keterkejutan secara umum di negara sendiri maupun dunia, bahwa akan terjadi perubahan mendasar dalam hidup manusia yang sarat akan dinamika, menantang dan semarak. Naga tahun ini akan mendatangkan keberuntungan dan bencana tidak tanggung-tanggung. Namun setiap orang yang berniat baik, dan mengatur pola hidup yang seimbang dan sejalan dengan datangnya sifat naga itu, tentu tidak akan berpengaruh besar, jadi tidak perlu ditakuti.
Nah, itu sekelumit yang romo kutip dari buku uraian filosofi legenda kuno yang byk dipakai paranormal, dll. karena itu romo tak mengerti mengapa ada orang sampai berpendapat bahwa naga air yang suka air dan menimbulkan bencana banjir besar, dll. Romo tidak katakan bahwa itu tidak benar! hanya logika pikirnya tak tepat aja!
Tahun naga air dimulai tgl 23 januari 2012. bagaimana kaitannya dengan bencana banjir di beberapa daerah di Indonesia sebelum tahun naga air datang? itu masih tahun macan! lagi pula tidak ada dalam kamus legenda China bahwa ada peristiwa alam menjadi tanda-tanda menyambut/mendahului datangnya tahun yang baru/pergantian tahun! Lalu gejala alam bahwa setiap tahun akhir tahun, air laut selalu tinggi dengan datangnya siklus bulan menarik permukaan laut dan musim curah hujan yang tinggi. Tentu dengan beberapa kerusakan alam di Indonesia akhir2 ini membuat kemungkinan besar banjir dimana mana lebih hebat dari tahun sebelumnya. Ini alami sekali dan human erornya meningkat! Tak ada hubungan dengan naga air. Naga air belum datang! Yang akan datang kan belum terjadi. Dan kalau pun terjadi, bisa ditinjau sebab akibatnya, namanya saja bencana alam tentu ada sebabnya. Sedangkan naga air hanya simbolis agar manusia menjaga keseimbangan dalam hidupnya, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi dalam hidup manusia.
Bagaimana dengan JIONG? Jiong berkaitan dengan kisah kelahiran seseorang dan diberi nama simbolis binatang yang disebut SHIO. Hal itu terkait dengan sesuatu yang disebut unsur yang mempengaruhi dalam diri/tubuh seseorang. Nah, ada unsur tertentu yang tidak bisa berpadu atau cocok dengan unsur lain, maka sering mengakibatkan unsur yang memperngaruhi, sehingga orang bisa sakit atau apa! sah-sah saja orang percaya akan hal itu, CUMA jangan sampai fanatik, karena itu hal yang wajar terkait unsur alami mempengaruhi hidup manusia. Manusia lebih kecil dan alam lebih besar. Menjadi Jiong karena ada unsur yang kurang cocok antara naga dan binatang lain. Tetapi sekali lagi, tidak bisa dipercaya sepenuhnya, hanya soal kemungkinan besar aja. Tetapi hampir seluruh bidang hidup manusia berkaitan dengan kemungkinan, karena semua manusia di bumi ini tidak ada yang sama. Contoh: ada orang yang tahan di ruang AC, kebetulan suhu badannya memungkinan mengolah hawa itu berdasarkan dia lahir di tahun yang dipengaruhi unsur angin misalnya. Tetapi ada orang yang nampak fisiknya sama kuat dan lahir di tahun berbeda dgn unsur lain yang mempengaruhi sehingga mengakibatkan dia tidak tahan di ruang ber-AC, ini bisa disebut jiong juga, siswaknya cukup menghindari keadaan itu aja! artinya, setiap orang mesti tahu dan mau memperhatikan dirinya. kalau seperti contoh itu, apa perlu pergi ke kelenteng minta penolakan/perlindungan bahaya? tidak ada gunanya!
maka, berdasarkan sikap gereja dan katekesenya serta penjelasan tentang legenda naga air, dapat kita ambil kesimpulan bahwa orang katolik TIDAK perlu percaya akan apa yang disebut jiong dan memakai siswak! Jika kita benar2 beriman, kita akan percaya bahwa Tuhan lebih berkuasa di atas segala-galanya. Tahun yang baru akan kita jalani, maka masih ada harapan baru bagi kita semua. Justru itu, kita perlu misa syukur atas anugerah Tuhan bagi kita untuk menjalani tahun yang baru, sekaligus kita memohon berkat dan perlindungan-Nya agar kita semua selalu sehat, selamat dan dapat menjalani hidup kita dengan sukacita, damai dan sejahtera....
Silahkan buat misa syukur dalam kelompok, lingkungan atau keluarga bahkan skala besar dalam paroki, agar kita dapat perlindungan Tuhan. Tidak perlu kita buat upacara khusus sebagai liturgi siswak bagi orang2 yang jiong.... jiong atau tidak jiong, kita semua memerlukan perlindungan Tuhan dalam hidup kita sehari2...
semoga dapat dimengerti keterangan ini, bila perlu diterbitkan dalam majalah atau berita paroki setempat, sehingga banyak umat lain membacanya, cantumkan nama romo sebagai penulis, dan bersedia menerima pertanyaan dan tanggapan. Terima kasih.... Berkat Tuhan...
salam dan doa,
rm. Inno Sialim OFM Cap.

Kamis, 12 Januari 2012

SEMINAR KESEHATAN

Tema : "KENALI KANKER SERVIKS dan PENCEGAHANNYA"

Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Laboratorium CITO akan menyelenggarakan Seminar Kesehatan pada :
Hari / Tanggal    : Minggu / 29 Januari 2012.
Jam                   : 09.30 - selesai
Tempat              : Gedung Panti Mandala
                            Jl. Atmodirono No. 8  ( Samping Gereja Katolik Atmodirono )
                            Semarang.
Narasumber       : dr. Purnomo Sp.OG
Moderator         : dr Nyoman Suci W. M.Kes,SpPK.
Kontribusi Peserta :  Rp. 15.000,-- - Anggota Perk. Santa Maria
                                Rp. 20.000,-- - Umum
                                Rp. 10.000,-- - Khusus Pelajar ( usia 15 th keatas )
Fasilitas              : Makan siang, special discount Papsmear, konsultasi dokter gratis dan Souvenir

Tempat terbatas, segera daftarkan di sekretariat P. Santa Maria setiap hari kerja.
Undangan dapat di ambil sebelum tgl. 23 Januari 2012.

Peserta tidak khusus untuk kaum Wanita saja, diharapkan kaum Pria dapat mengikuti dengan harapan jika pasangan atau anak yang terkena penyakit ini kaum pria bisa ikut men support untuk kesembuhannya

Jumat, 11 November 2011

MISA ARWAH 2011

REKAMAN MISA REQUIEM KONSELEBRASI 2011
DI PANTAI MARINA 6 NOVEMBER 2011.

Pada hari Minggu tanggal 6 November 2011 di pagi hari cuaca kota Semarang cerah dan berawan tipis, masih sebagian dari petugas perlengkapan mempersiapkan segala sesuatu yang belum selesai seperti penyusunan tempat duduk dan pengaturan sound system masih di kerjakan, menghias altar dan lain sebagainya harus segera di selesaikan.
Berhubung lokasi Misa yang akan dilaksanakan cukup menjorok ke dalam dan tidak ada angkutan umum ke lokasi tersebut maka panitia telah memikirkan untuk dapat membantu umat yang kesulitan transportasi dan yang ingin ikut dalam perayaan Ekaristi tersebut dapat mengikutinya maka panitia menyediakan armada bus gratis (Cuma-Cuma) yang stand by di sekitar gereja-gereja yang ada di kota Semarang, Ungaran dan Giri Sonta, seluruh bus yang panitia sediakan berjumlah 11 bus. Dan alhasil seluruh bus terisi penuh dan semua datang sebelum acara di mulai.

Sesuai rencana Misa akan dilaksanakan pada jam 14.00 ( 2 siang ), mendekati pk. 12 siang cuaca mulai berubah, langit dibagian selatan sudah menggantung awan hitam pekat, kami panitia sudah was-was kalau di lokasi pantai Marina juga akan jatuh air. Namun kami percaya bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik bagi kami. Kira-kira pk 13 akhirnya jatuh juga air dari langit namun tidak begitu lebat dan kami cukup bersyukur karena tidak dibarengi dengan angin, yang konon ceritanya di pantai ini pada umumnya angin akan bertiup kencang pada siang hari menjelang sore. Sehingga seluruh peserta yang sudah berada dibawah tenda tetap tenang menunggu saat misa di mulai.
Kami dengar bahwa di Semarang Timur dan Tengah telah di guyur hujan lebat sejak sebelum pk 12 siang, walaupun dalam kondisi hujan tak menyurutkan umat yang benar-benar ingin bergabung dengan kami untuk mendoakan arwah / jiwa dari keluarga dekatnya yang telah mendahuluinya menghadap Sang Pencipta terus berdatangan.

Sambil menunggu hujan reda dan juga menunggu persiapan yang lain, sempat timbul pertanyaan satu dengan panitia yang lain, bagimana ini? Dan jawab salah satu panitia, tenang saja nanti tepat Misa akan di mulai pasti hujan akan berhenti. Benar pada saat Misa akan di mulai hujan mulai reda walaupun tidak benar-benar berhenti, walaupun dengan tetesan air hujan yang ringan akhirnya Misa dapat segera di mulai dengan keterlambatan waktu 10 – 15 menit.



Perarakan Misdinar, Prodiakan dan para Romo di dahului oleh Barongsai dan Naga dari Sekolah SMP Mataram yang ikut menyemarakan acara tersebut.










Sebelum Misa di mulai ada acara melepaskan burung, panitia menyediakan 1.000 ( seribu ) ekor burung pipit yang siap dibebaskan.



Doa sebelum melepaskan burung :

Waktu demi waktu telah berlalu, saudara/i yang kita cintai telah pergi meninggalkan kita menuju surga yang indah dan besar untuk melihat Tuhan yang Maha Mulia Abadi, di taman yang serba asri bersatu di dalam Sang Kristus. Ya Bapa, anak-anak-Mu yang berhimpun di sini, bukan semata hanya melepaskan burung saja, melainkan dengan penuh harap, mohon rahmat-Mu kiranya berkenan pula pada saat ini melepaskan keterikatan dosa-dosa dari jiwa-jiwa yang kami doakan melalui Ekaristi sore hari ini, agar senantiasa memperoleh kebahagiaan abadi di surga. Demikian pula anak-anak-Mu yang hadir di sini yang masih berjuang di bumi ini juga dapat lepas dari segala cobaan hidup yang tak mampu kami tanggung sendiri dan mohon perlindungan-Mu selalu. Amin.

Pada Misa Requiem Konselebrasi 2011, Perkumpulan Santa Maria tahun ini di persembahkan bersama : Romo Innocentius Sialim OFMCap. ( Dari Keuskupan Pontianak ) sebagai selebran utama dan didampingi Romo B. Haryasmara MSF beserta Romo R Wahana Wegig SJ.



Dari awal Perkumpulan Santa Maria mengadakan Misa Requiem Konselebrasi tidak pernah membacakan satu persatu nama-nama jiwa yang akan didoakan melainkan hanya mencantumkan nama yang akan didoakan di selembar kertas yang telah disediakan oleh Panitia.



Tiap lembar kertas ujub ini hanya di tuliskan 1 (satu) nama almarhum/ah, dan nantinya kertas-kertas ujub ini disatukan dalam satu tempat yang di buat menyerupai bola api untuk di bakar bersama dan abu nya akan kita larung ke tengah laut, yang sebelumnya telah diberkati serta didoakan secara khusus oleh Romo Inno.

Adapun arti dari tulisan ini antara lain – Sikap hormat kita kepada mereka yang telah mendahului kita – Sehingga dalam lembaran tersebut telah di cantumkan terjemahan yang berbunyi (persembahan bakti dan hormat).



Romo Inno ( nama panggilan dari Romo Innocentius Sialim OFMCap.) di dalam homilinya cukup banyak berinteraksi dengan umat hal ini tentu menjadi tidak membosankan, namun sementara umat merasa homili / tepatnya mungkin pengajaran terlalu lama, hal ini kita sadari mengingat suasana terasa makin gelap dan Misa baru berjalan separuh, wajar sebagian umat merasa tidak sabar mendengarkan homili Romo Inno. Tapi kami percaya apa yang disampaikan Romo Inno akan membawa banyak manfaat bagi umat yang belum pernah mendengarnya.


BOLA API

( bulatan dari kertas yang menyerupai bola api ) di buat untuk tempat ujub-ujub doa yang akan di bakar melalui atraksi barongsay pada akhir perayaan Misa.


Makna MUTIARA API (= BOLA API).


Pada tradisi orang-orang Tionghoa, kita menemukan ada banyak sekali simbol/ lambang yang nampak pada gambar, tulisan maupun benda-benda yang di-keramatkan. Salah satu kekayaan simbol yang nampak pada gambar dan legenda adalah “MUTIARA API”. Hal itu nampak pada lukisan, ada seekor naga yang mencengkeram / menangkap atau mengejar sebuah bola api. Bola api itulah yang disebut dalam legenda “Mutiara Api”. Bahkan dalam atraksi barongsai sering kali kita juga melihat sang singa bergerak mengejar dan menari-nari mengikuti bola api tersebut. Apa makna semuanya itu ?


Dalam cerita lisan, mutiara api itu sering kali dianggap atau disebut sebagai matahari atau bulan. Pendeknya sebuah benda bulat yang memancarkan sinar terang benderang. Dalam agama Taoisme mutiara tersebut mereka sebut sebagai benda kosmis universal yang mengadung Yin dan Yang.


Dalam legenda Cina kuno, mutiara api selalu dikelilingi sepasang naga (=Lung), yang menandakan bahwa naga (=Lung) adalah simbol tahta Shang Ti (Tuhan) yang dikelilingi malaikat penjaga. Sementara kilauan cahaya mutiara adalah yang terang benderang merupakan matahari dan bulan yang menguasai bumi sebagai pancaran Terang dari Kemuliaan Shang Ti (Tuhan).


Paham Kekristenan (Alkitabiah):


Sejak awal kisah penciptaan, kita membaca bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi, dan Tuhan menciptakan siang dan malam, terang dan gelap, ...... kemudian Tuhan memberi Roh kehidupan pada manusia. Dari sini kita mengerti bahwa dari Tuhan-lah kita berasal, dan kepada-Nya kita akan kembali. Maka, tidak seorangpun di antara kita yang dibiarkannya celaka atau musnah, semua mau diselamatkan Tuhan. Sehingga bangsa Israel yang berjalan dalam kegelapan dosa, ditebus dengan kelahiran Putera-Nya Yesus Kristus ke dunia. Supaya setiap orang yang percaya memperoleh keselamatan dan menikmati kemuliaan Tuhan. Maka kepada setiap orang beriman diberi penghiburan, sabda Yesus: “Akulah JALAN,KEBENARAN dan HIDUP”, “tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” kata Yesus ...... Jadi, kita seharusnya membantu orang-orang beriman yang telah meninggal dunia dengan doa-doa kita, agar mereka dihantar pada Yesus dalam Cahaya Kemuliaan-Nya.


Makna yang dipetik dari kebiasaan atraksi ujud dalam bola api :


Pada kertas yang tercetak huruf kanji seperti contoh diatas ( Lembaran Ujub ) yang di baca : Tien; Pinyin: Dian, artinya Kehormatan/rasa hormat/tempat terhormat.
Kita menuliskan nama saudara/i yang sudah meninggal pada kertas ujud tersebut, artinya kita memberi hormat pada mereka yang sudah mendahului kita, dengan ujud doa agar mereka diberi keselamatan kekal, tempat terhormat di mata Allah.
Ujud itu kita masukkan dalam bola api, sebagai simbol bahwa meskipun mereka yang masih dalam api penyucian, dengan doa-doa kita segera mendapat tempat di hadapan Allah, yakni di dalam Cahaya Kemuliaan Tuhan, tempat mereka di selamatkan. ( Romo Inno)



Ada sedikit yang berbeda , di-saat persembahan pada umumnya petugas pembawa persembahan selalu menggu-nakan pakaian seragam yang sama, namun kali ini petugas persembahan menggunakan busana yang berbeda – beda yang berkesan mewakili se-bagian masyarakat yang ada di kota Semarang, yaitu sepasang berpakaian adat Jawa, sepasang berpakaian adat Tionghoa dan sepasang lagi berpakaian nasional. Hal ini menyatakan bahwa kita yang berbeda mempunyai niat yang sama dalam mempersembahkan seluruh jiwa, raga dan segala jerih payah kita kepada Tuhan Sang Pencipta, pada acara tersebut.





Vocal Group “ St. Voices “ dari Perkumpulan Santa Maria ikut menyemarakan acara ini.







Setelah Misa selesai di lanjutkan dengan atraksi Barongsai untuk membakar ujub yang telah di satukan di dalam bola Api  
 


Mengawali untuk pembakaraan ujub















Barongsay makan bola api
















Bola Api yang telah di bakar














Bunga tabur yang dikumpulkan dari Umat serta abu ujub dibawa ke tengah laut

















Usai Misa, umat menikmati atraksi barongsay


Walaupun sampai akhir acara hujan belum benar-benar reda namun cuaca ini tidak menyurutkan antusias umat untuk mengikuti acara sampai benar-benar selesai dengan wajah yang masih ceria






Adik-2 dari SMP Mataram dengan suka cita memeragakan
kesenian barongsay serta naga.


Acara berakhir dengan jarum jam menunjukan angka 17.30 wib.

Terima kasih atas kehadiran seluruh umat di Pantai Marina. Ide dan saran serta kritik yang membangun sangat kami nantikan untuk perbaikan pelyanan di masa yang akan datang. Sampai jumpa di lain acara. Tuhan memberkati