Kamis, 16 April 2015

Kaos Cantik

Bapak/Ibu para anggota Perkumpulan Santa Maria yang kami sayangi,
Kini perkumpulan Santa Maria tersedia Kaos Cantik, bisa untuk bersantai dan kegiatan lainnya dengan motif yang trendi bisa berkunjung ke kantor untuk melihat dengan lebih dekat. Bahan dari katun, warna hitam kombinasi merah

Segera dapatkan mengingat persediaan terbatas, tersedia dengan uk M, L dan XL
Harga terjangkau,
Logo tercantum "Meditaria" yaitu loga dari Buletin Perkumpulan Santa Maria yang terbit triwulanan, bagi bapak, ibu yang belum berlangganan, segera hubungi sekretariat perkumpulan Santa Maria dan minta nama bapak, ibu untuk dicatat untuk mendapatkan secara rutin.

Minggu, 08 Maret 2015

ZIARAH 2015

Perkumpulan Santa Maria pada bulan April 2015, akan menyelenggarakan Kegiatan ZIARAH, dalam devosi kepada Bunda yang kita cintai yaitu Bunda Maria,  juga akan dipersembahkan kurban Misa di komplek gua Maria.
Adapun rencana kegiatan ini dengan detail informasi sebagai berikut :
Tujuan :  GOA MARIA RATU KENYA - Griwoyo - Wonogiri
Berangkat : Hari Minggu, 26 April 2015  jam: 05.30  (tepat) menginat jarak tempuhnya panjang
Kumpul : Sekretariat Perk. Santa Maria, Jalan Citarum Tengah Ruko E-1 Semarang
Partisipasi biaya : Rp. 175,000,-- / orang  ( Anggota ),  Rp. 225,000,-- / orang (Non Anggota)
Fasilitas :  1. Tempat duduk bis 2-2
                2. Makan pagi + Minum
                3. Makan siang prasmanan di Komplek Goa Maria
                4. Doorprize menarik
Jika waktu memungkinkan  dapat berkunjung ke Goa Maria Mojosongo - Surakarta
Segera daftarkan diri Anda karena tempat sangat terbatas.
Tempat Pendaftaran :
1. Sekretariat Perk. Santa Maria, telp. 3544085
2. Radio KIS Jl. Karanganyar Gunung 254, telp. 8316712, 8446341
3. Bp. FX Susanto, Gang Besen 37, telp. 3514937
4. Bp. WP Hadi Santosa, Jl. Plamongan Indah  I5/3, telp. 0856 4063 9007
5. Bp. Yoh. B. Yulianto, Jl. Prembaen 1043, telp. 3559514
6. Bp. JP Soekoanto Ridwan, Jl. Parasamya Timur 112, UNGARAN, telp. 0815 6720 389
7. Bp. L. Sugiarto, Jl. Tanggulrejo 3 B, Butuh SALATIGA, telp. 0856 4095 8393

Pendaftaran akan ditutup pada tgl. 30 Maret 2015

Terima kasih semoga informasi ini dapat bermanfaat. Tuhan memberkati

Kamis, 13 November 2014

SARASEHAN - " KEMILAU KEMUNING SENJA"

Proses menua pada manusia merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Semakin baik pelayanan kesehatan pada diri kita akan berdampak makin tinggi usia kita.
Agar kita mampu memberikan pelayanan kepada diri sendiri lebih baik tentu perlu kita mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh kita, makin banyak kita mengetahui banyak macam penyakit yang dapat menyerang kita dalam memasuki usia lanjut tentu makin baik.
Perkumpulan Santa Maria bekerjasama dengan Rumah Sakit Elisabeth Semarang akan menyelenggarakan Sarasehan dengan judul " KEMILAU KEMUNING SENJA"  yang akan mengupas berbagai macam kelemahan tubuh kita dalam memasuki usia lanjut dan juga berbagai macam penyakit, baik itu stroke, DM, Dementia, osteoporosis ( keropos tulang) , jantung dan lain-lain.
Pembahasan ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang lanjut usia saja melainkan kepada siapa saja dapat mengikutinya.
Adapun acara tersebut akan di laksanakan pada :
Sabtu, 22 Nopember 2014, mulai pk. 09.00 - 12.00
di Aula Yustinus, Kantor Pelayanan Pastoral KAS, Jl. Imam Bonjol no 172 lt. 3 Semarang
Nara Sumber :  dr. Kris Pranarka, SpF-ML,Sp.PD-KGer,FINASIM ( dari RS St Elisabeth)
Dalam kegiatan tersebut akan diberikan contoh-contoh gerakan-gerakan yang menyehatkan di kemas dalam "SENAM SEHAT" yang di pandu oleh Bp. Frasiscus Brilliyantono, AMF ( Fisioteapis RS St. Elisabeth).
Pada kesempatan ini juga bisa diperoleh Pemeriksaan Tekanan Darah dan pemeriksaan kualitas lemak, otot, metabolisme dan usia biologis.
Tempat terbatas, segera daftarkan diri anda pada :
1. Perkumpulan Santa Maria, Jl. Citarum Tengah Ruko E-1 , telp. 354 4085
2. RS St. Elisabeth, Jl. Kawi No. 1 Telp. 8310035, Humas Ext 7293, Marketing Ext 7289
3. Radio KIS, Jl. Karanganyar Gunung 254-255, Telp. 831 6712

Terima kasih, Tuhan memberkati

Kamis, 10 April 2014

RETRET - ZIARAH - WISATA

Perkumpulan Santa Maria, dalam rangka Bulan MARIA akan menyelenggarakan Retret, Ziarah dan Wisata.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal     : Sabtu - Minggu / 24 - 25 Mei 2014
Tujuan : 1. Goa Maria Kaliori
                2. Kebun Teh Tambi - Wonosobo
Berangkat pada hari Sabtu 24 Mei 2014, jam 06.00 (pagi)
Dari Sekretariat perk. Santa Maria, Jl. Citarum Tengah Ruko E-1 Semarang

Hari pertama Sabtu 24 Mei 2014
Sore hari diisi RETRET yang dibawakan oleh Romo Vincent Wathun OMI, kemudian dilanjutkan dengan Jalan Salib, selesai Jalan Salib diteruskan dengan MISA tengah Malam juga dipimpin oleh Romo Vincent OMI.
Adapun tema dari Retret tsb. adalah : DOA BATHIN  ( Berdoa adalah bernafas)

Hari kedua Minggu 25 Mei 2015
Wisata ke Kebun Teh TAMBI - Wonosobo

Pendaftaran akan segera di tutup pada tanggal 24 April 2014, segera daftarkan diri Anda jika anda akan berdevosi dengan Bunda Maria.

Keterangan lebih lanjut dan Pendaftaran dapat hubungi :
1. Sekretariat Perk. Santa Maria, telp. 354 4085
2. FX Susanto, Jl. Gang Besen No. 46, telp. 351 4937
3. AF Endang S, Jl. Tm Mahesa Mukti 396, telp. 0811 273 445
4. MR Sri Eni Heru, Jl. Kanfer Utara Dalam III/186 telp. 0857 2786 8682
5. JP Soekoanto Ridwan, Jl. Parasamya Timur 112, Ungaran telp. 0815 6720 389

Terima kasih atas segala perhatiannya


Rabu, 29 Januari 2014

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA

Pada tanggal 11 Februari 2014 yang jatuh pada hari Selasa di mana pada hari tersebut merupakan Peringatan Hari Orang sakit Sedunia.
Berkenaan dengan Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ini, Perkumpulan Santa Maria akan mengadakan Perayaan Ekaristi ( Misa Kudus ) di Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik, di mana dalam acara tersebut akan di berikan Sakramen Minyak Suci kepada seluruh peserta Misa.
Adapun Kegiatan Misa ini akan diselenggarakan pada :
Hari / Tanggal     :  Selasa , 11 Februari 2014
Jam                      :  17.00  ( 5 sore )
Tempat                :  Gereja Santa Maria Fatima
                                Jl. Kanfer Raya - Semarang
Dipimpin Oleh    :  Romo Yosep Supriyanto Pr.
                               
Bapak, Ibu yang telah di baptis secara Katolik di undang untuk mengikuti acara tersebut dan ajak saudara/ kenalan/ teman baik yang sakit ataupun telah lanjut usia untuk mendapatkan Sakramen Minyak Suci, syaratnya hanya satu sudah di baptis secara Katolik.
 
Terima kasih sampai bertemu di acara tersebut. Tuhan memberkati kita semua Amin.

Senin, 20 Januari 2014

KEGIATAN DI AWAL TAHUN 2014

Dalam persiapan untuk mencari titik-titik lokasi
Diawal tahun 2014, tepatnya pada hari Minggu 12 Januari 2014, Perkumpulan Santa Maria mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam NOVENA GUA MARIA KEREP.
Dengan jumlah peserta yang di minta oleh Panitia sebanyak 25 orang untuk bertugas sebagai TATIB sekaligus sebagai KOLEKTAN, dengan jumlah sebanyak 25 orang itu hanya membantu untuk sebagian dari keseluruhan area yang ada.
Kotak Kolekte disiapkan
Dari para anggota Perkumpulan Santa Maria yang bersedia dan sanggup untuk melaksanakan tugas tersebut pada mulanya terdaftar sebanyak 29 Orang. Namun pada hari yang ditentukan banyak yang tidak dapat hadir dengan berbagai alasan. Alhasil  kenyataannya pada Minggu pagi itu sebanyak 25 orang siap menjalankan tugas yang dipercayakan pada kami. Di hari Minggu itu, sejak pagi kota Semarang sudah diguyur hujan, kami berangkat sekitar pk. 5.30 pagi cuaca mendung dan hujan tidak begitu deras, mengapa kami harus berangkat sepagi itu, padahal Novena akan dimulai pk. 10.00, hal ini disebabkan panitia menghendaki pada pk. 7.30 seluruh petugas sudah hadir untuk pengenalan lokasi di mana yang menjadi tanggung jawab para petugas. Namun setibanya di KEREP cuaca cukup cerah dan sedikit awan tipis.
Setelah berkumpul, mulai diadakan pembagian titik-titik tempat di mana para petugas harus bertanggung jawab akan wilayahnya.
Dalam kondisi hujan
Dari awal semuanya berjalan dengan baik dan lancar namun menjelang pertengahan atau setelah homili, cuaca mulai berubah, tetes-tetes air mulai turun dari langit, akibatnya banyak umat mulai bergeser mencari tempat yang ada atapnya, banyak yang lari masuk ke bangunan kapel dan payung-payung mulai dikembangkan. Dan sebelum acara berakhir hujanpun mulai reda.
Secara keseluruhan acara berjalan lancar dan tertib. 
Pada kesempatan ini, izinkanlah kami dari Perkumpulan Santa Maria mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah bersedia dengan senang hati melaksanakan tugas dengan baik dan kepada Panitia NOVENA GUA MARIA KEREP 2013-2014, kami juga berterima kasih telah memberi kesempatan bagi para anggota Perkumpulan Santa Maria untuk terlibat dalam kegiatan tsb.
TUHAN Memberkati kita semua.
Dengan hati yang berbunga setelah selesai menjalankan tugas


Senin, 11 November 2013

MISA REQUIEM KONSELEBRASI (MRK) 2013



 SEKILAS INFO TENTANG MISA REQUEIM KONSELBRASI 2013 DI PANTAI MARINA

Minggu, 3 November 2013 langit di atas Pantai Marina sangat cerah, sekitar pk. 09.00 pagi panitia Misa Requiem Konselebrasi 2013 sudah mulai berdatangan untuk mempersiapkan acara yang akan dimulai pk.14.00. Tenda baik untuk panggung maupun untuk umat sudah tertata rapi, dekorasi sudah terpasang dengan baik dan mulai ditambah dengan berbagai tanaman sebagai pemanis dekorasi di panggung.
Suasana disekitar Altar
Bagian paramenta mulai mempersiapkan meja altar dengan dibalut kain warna putih dan bagian perlengkapan menyusun tempat duduk dan juga gunungan mulai di persiapkan. Gunungan yang di hias dengan berbagai  sayur mayur dan buah-buah yang difungsikan sebagai tempat abu dari hasil bakaran lembaran ujub doa dan nantinya dilarung ke tengah laut.
Rumah-rumahan dari kertas disediakan untuk sarana meletakkan lembaran-lembaran ujub yang dibuat menyerupai bendera ukuran kecil. Setelah ditulis dengan nama yang akan didoakan dalam Perayaan ekaristi siang hari ini, lalu ditancapkan di teras rumah tersebut.
Sarana mobil toilet juga kami siapkan dan sejak hari Sabtu sudah standby di tempat, hal ini untuk memenuhi permintaan peserta pada Misa tahun yang lalu di mana mereka merasa kesulitan kalau mau ke toilet, sebab toilet yang disediakan di Pantai Marina letaknya agak jauh dari tempat di mana Perayaan Ekaristi itu dilaksanakan. Panitia juga melengkapi dengan satu Unit Mobil Ambulance lengkap dengan perawat dan seorang dokter untuk bersiaga di lokasi.
Rumah dari Kertas sebagai sarana menampung Ujub doa

Seperti yang sudah-sudah panitia menyediakan armada angkutan berupa bis besar bagi peserta yang ingin mengikuti Perayaan Ekaristi di Pantai Marina namun kesulitan dalam transportasinya. Untuk kali ini sesuai permintaan dari peserta panitia menyediakan 13 bis dari Salatiga ada 2 bis, Girisonta dan juga Ungaran belum dari Paroki-paroki yang ada di kota Semarang disediakan masing-masing 1 bis.
Dengan berjalannya waktu, dan mendekati waktu akan dimulainya Misa tersebut terus berdatangan umat, sehingga tempat duduk yang kami siapkan sudah tidak dapat menampung umat yang begitu antusias untuk bersama-sama dalam mendoakan para kerabatnya yang telah meninggal lebih dahulu akibatnya banyak yang harus berdiri atau duduk di tikar yang juga telah kami persiapkan. Diperkirakan lebih dari 1.000 umat datang mengikuti upacara Ekaristi di siang ini.
Pk.13.50 pembawa acara sudah berada dibelakang podium untuk mengajak umat dalam mempersiapkan diri guna mengikuti Misa yang sebentar lagi akan segera dimulai.
Acara di awali dengan tarian dari adat Bali yang sekaligus menjemput arakan-arakan Misdinar, prodiakon, romo berjalan menuju altar.

Tarian adat Bali menjemput arak2an menuju altar
Tarian adat Jawa

Pada Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Vincensius Wahyu Harjanto MSF, Romo Benardinus Haryasmara MSF dan Romo FX Agus Gunadi Pr.
Homili romo Wahyu dapat kami sajikan sebagai berikut :

Setiap kali kita berkumpul untuk mendoakan arwah, sekali lagi juga diingatkan kepada kita akan pepatah kearifan local, kalau kita di Jawa, ya, kearifan local Jawa.  “ Urip iku mung mampir ……”, serentak umat meneruskan dengan berteriak  “ ngombe “. Ya setiap kali kita diingatkan itu, yang namanya mampir ngombe, ya tidak setahun, tidak lama, yang segera juga akan selesai dan melanjutkan perjalanan.
Rupanya kearifan  seperti ini tidak hanya dalam kelompok budaya tertentu saja tetapi menyeluruh, hampir dikatakan disetiap suku bangsa punya akan kearifan local semacam ini. Dengan demikian menjadi jelas bahwa sebetulnya itu merupakan kerinduan dari setiap insan yang pernah hidup di dunia ini. Setiap orang akan mengatakan : “ Wis mati yo dinengke wae “ . Sudah meninggal tidak ada artinya lagi. SALAH BESAR,  kenapa ? Begitu orang lahir sebetulnya sudah tidak bisa hilang lagi, tercatat dalam sejarah, entah itu tertulis ataupun tidak, dan itu fakta yang tidak bisa diingkari. Oleh sebab itu menjadi maklum, masuk akal, apabila setiap dalam kelompok bangsa-bangsa ada, entah itu bentuknya apa? Upacarakah? Pertemuankah? Doakah? Yang semuanya dimaksudkan mengenang kembali, menghadirkan kembali yang sudah meninggal. Dan itu banyak macamnya, oleh sebab itu Gereja member kesempatan yang sama. Doa Ekaristi, Misa untuk Arwah yang kita buat siang hari ini. Dengan jelas di garisbawahi ketika kita mendengar bacaan pertama dari Kitab Makabe, bahwasanya hubungan mereka yang sudah meninggalkan kita di dunia ini dengan kita yang masih ada di dunia ini, masih ada . Bahkan lebih jauh lagi, kemarin sehari sebelum kita merayakan Misa Arwah ini juga ada hari Raya Para Kudus. Sehingga ada tiga lapisan kehidupan dalam satu kenyataan. Mereka yang hidup mulia di surga adalah para Santo dan Santa, memang untuk ke sananya tidak gampang, namanya masuk surga. Itu semua ya harus bersih, kalau masuk surga masih ada kotoranya itu sorogan namanya. Perlu ada sesuatu dulu supaya orang pantas, oleh sebab itu ada tempat lain yang disebut ‘Api Pencucian’. Apa maksudnya? Maksudnya adalah situasi di mana orang belum pantas masuk dalam Kerajaan Bapa, tetapi ada ticket di kantongnya, itu hanya saja perlu mandi dulu, perlu dandan dulu, masak pakai daster ke pesta? Itu apa, ya tidak bisa, maka masuk akal. Tetapi masalahnya mereka bukan lagi di dunia ini, oleh sebab itu perlu dibantu, lewat apa? Ya doa-doa kita orang beriman.
Kalau kita satu keluarga dijalin satu oleh satu ikatan ‘iman’, yang namanya orang di dalam iman, itu tembus ke-mana-mana, seperti halnya jaringan internet itu lho, walaupun kita di WC pasti kena, jadi jaringan itu begitu luas melampaui batas-batas ruang dan waktu.
Kitapun percaya saudara-saudara kita yang sudah mendahului kita, tidak dibuang, mereka masih menanti saatnya tiba di mana masuk dalam Kerajaan Bapa dengan persiapan dicuci dan dibersihkan. Oleh sebab itu Gereja juga member pada saat kesempatan di bulan Npvember, tanggal 2 di dalam kalender liturgy di tuliskan mereka mempunyai kesempatan umat beriman mendoakan arwah saudara-saudara mereka yang telah mininggal selama 8 hari berturut-turut, kalau tidak keliru dimulai tanggal 1 s/d  8 tanpa henti, itu berarti mendapatkan idulgensi penuh, dan bagi yang mendoakan sebagian akan mendapat idulgensi sebagian. Apa itu idulgensi? Bukan  ‘Getuk’ , itu artinya adalah pengurangan hukuman atas dosa.  Lho!  Sakramen Pengampunankan sudah membereskan dosa?  BETUL!!  Lho, lalu untuk apa? Begini masalahnya, kalau saya nyolong ayam, ya , lalu saya mengaku saya mencur ayam. Yang punya ayam bilang :”Baik, saya ampuni”  Namun Pemilik ayam masih dirugikan, karena ayamnya tidak dikembalikan, ya harus ayamnya dikembalikan; itu namanya ganti rugi – itu harus ada.

Persembahan dalam bentuk roti, anggur, buah, bunga yang dibawa oleh OMK, terasa sangat berbeda karena para pembawa persembahan didandani dengan memakai pakaian adat dari berbagai suku yang ada di bumi Nusantara antara lain ada yang mengenakan pakaian dari suku Toraja, Minangkabau, flores dan dari suku Dayak. 
Iringan pembawa persembahan

Memang ini sangat menarik dan dalam maknanya. Sebelum arak-arakan persembahan berjalan didahului dengan tari-tarian dari  adat suku Jawa dan sekaligus menjemput arak-arakan pembawa persembahan berjalan menuju altar.
Para pembawa persembahan dengan pakaian adat

Pada saat komuni dibagikan ternyata dari langit dikirimkan percikan air, panitia sudah ribut cari payung untuk menghalangi agar hosti tidak kena air. Tapi ternyata hanya sebentar ( dalam hati “ Tuhan memberkati dengan percikan air dari langit” ).
Setelah perayaan Ekaristi selesai  di tutup dengan berkat Meriah dan romo meninggalkan altar dilanjutkan dengan tarian Modern dance sembari panitia sudah mulai membakar ujub-ujub doa dan juga rumah-rumahan ikut dibakar. Tetapi hanya abu dari ujub saja yang dilarung ketengah laut.
Untuk melarung ketengah laut panitia telah menyediakan 1 (satu) kapal yang bisa membawa maximal 100 orang ketengah laut, tetapi untuk aman karena pada umumnya disore hari ombak agak besar maka panitia hanya membolehkan untuk diisi 50 – 60 orang saja.
Rumah2an serta ujud doa di bakar

Acara secara keseluruhan berakhir pada sekitar pk 17.30 . Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah bersedia hadir dalam acara tersebut, selama bertemu pada kesempatan yang lain.